Kasus Pengeroyokan Siswi SMP oleh Siswi SMA di Pontianak Viral di Medsos

Kasus Pengeroyokan Siswi SMP oleh Siswi SMA di Pontianak Viral di Medsos – Masalah pengeroyokan siswi SMP berinisial A (14) oleh siswi SMA di Pontianak viral di sosial media. Pengeroyokan ini bermula dari permasalahan pria.

Komisi Perlindungan serta Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan barat memberi pendampingan pada korban siswi SMP ini semenjak pertama-tama menyampaikan permasalahannya ke KPPAD pada 5 April 2019. Mulai sejak itu, KPPAD sudah memberi trauma healing pada korban.

Ketua KPPAD Kalimantan barat Eka Nurhayati Ishak bercerita keseluruhan ada 12 siswi SMA dari beberapa sekolah di Pontianak yang ikut serta dalam pengeroyokan ini. Aktor penting yang mengeroyok korban sejumlah 3 orang.

“Dua orang provokator, tiga orang aktor penting, sesaat 7 bekasnya melihat tetapi tidak membantu serta tidak melerai,” kata Eva waktu dihubungi, Selasa (9/4/2019).

Eka menjelaskan pengeroyokan ini berpangkal dari permasalahan pria. Korban A mempunyai sepupu berinisial P. Bekas pacar P lalu pacaran dengan D, tetapi masih tetap seringkali terkait dengan P hingga D emosional. Permasalahan ini bersambung ke sosial media.

“Korban A ini seringkali nimbrung serta komentar di sosmed. Ini nyatanya memancing emosi aktor,” tutur Eva.

Masalah hukumnya sendiri telah diadukan ke Polsek Pontianak Selatan yang lalu dilimpahkan ke Polres Pontianak. KPPAD sekarang ini selalu mengikuti korban A. Pagi barusan, Eka serta team KPPAD kembali menjenguk korban di rumah sakit.

“Anak ini masih tetap mual serta muntah jadi dibawa ke RS, dampak kepalanya dipukul serta dibenturkan ke aspal. Barusan kita telah jenguk korban, telah ceria, bisa ketawa ,” katanya.

Awal mulanya dikabarkan, narasi mengenai A ini ramai diulas di sosial media Twitter sampai muncul tagar #JusticeForAudrey. Pada Selasa (9/4/2019), tagar itu menempati tempat nomer 1 di dunia.