Dua Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polres Tegal Saat Belanja

Dua Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polres Tegal Saat Belanja – Dua pengedar uang palsu masyarakat Magelang serta masyarakat Tegal dibekuk Sat Reskrim Polres Tegal Kota, Jawa Tengah. Mereka diringkus saat belanja memakai uang palsu.

Kapolres Tegal, AKBP Siti Rondhijah pada beberapa wartawan mengemukakan, dua orang aktor pengedar uang palsu diamankan oleh jajarannya waktu lakukan transaksi dengan belanja di Pasar Pagi Kota Tegal. Dari info yang didapat, beberapa terduga awal mulanya pun pernah belanja di Pasar Pagi Kota Tegal memakai uang beberapa ratus ribu palsu.

“Beberapa pedagang berprasangka buruk dengan uang palsu ini yang setelah itu memberitahukan ke Sat Reskrim,” kata Kapolres AKBP Rondhijah di kantornya Kamis (21/2/2019) sore.

Dari laporan itu, polisi lakukan penyidikan serta pada akhirnya sukses tangkap aktor bernama Sunari masyarakat Kota Tegal. Waktu diamankan, diketemukan 16 lembar uang beberapa ratus ribu di kantong terduga.

Dari info Sunari, polisi tahu jika uang palsu itu datang dari Sukoco, masyarakat Magelang. Tidak lama, petugas pada akhirnya dapat membekuk Sukoco.

Dari kedua-duanya, polisi mengambil alih sekitar 16 lembar uang seratus ribu palsu, uang beberapa Rp 1.200.000 serta 1 unit telpon genggam brand code warna hijau.

“Jadi untuk memperoleh upal 10.000.000 mesti diganti uang asli beberapa Rp 5.500.000,” kata Kapolresta

Berkaitan uang palsu ini, Kapolresta memperingatkan di tahun politik, akan beredar banyak uang palsu di penduduk. Uang ini bisa jadi digunakan untuk money politik.

“Saya meminta masyarakat hati hati pada peredaran uang palsu. Ditambah lagi tahun politik, bisa saja akan ramai uang palsu tersebar, sebab bisa jadi untuk politik uang,” ujarnya.

Karena tindakannya, ke-2 terduga dijaring dengan masalah 36 ayat 2 Undang Undang RI Nomer 7 Tahun 2011 dengan intimidasi hukuman 10 Tahun penjara.